Minggu, 30 November 2014

Istilah: COBAMISM

Apa itu Cobamism (CBM)?
Cobamism adalah istilah hubungan sepasang kekasih yang hubungannya jarak jauh (LDR) namun jarang komunikasi, tetapi sepasang kekasih ini tetap berstatus pacaran.
Yang dimaksud dengan jarang komunikasi di sini adalah mereka yang sesekali komunikasinya berjalan lancar, tidak pernah absen satu haripun. Namun tiba-tiba berselang beberapa minggu dengan komunikasi yang lancar itu, sepasang kekasih ini tiba-tiba diam tanpa alasan, ada/tidaknya perselisihan
Si lelaki enggan menyapa wanitanya pada keesokan hari karena beberapa alasan di antaranya:
1. Sibuk dengan aktivitasnya.
2. Malas untuk menghubungi si wanita.
3. Merasa bosan seketika dengan wanitanya (mood-moodan).
4. Kesal dengan wanitanya.
5. Atau dia punya gebetan lain alias playboy.
Karena si wanita sudah terbiasa menerima sapaan dari lelaki terlebih dahulu, dengan sifat yang dimiliki wanita umumnya yaitu "gengsi". Wanitapun enggan menyapa lelakinya, namun di kepala wanita menggelayang bertubi-tubi pikiran negatif "kemana nih orang?", "apa udah ga inget kalo gue nungguin elo", "sms, chat, bm gue dong", "astaga gue dianggurin", "yaudah, lu diem, gue juga diem", blablabla....
Ternyata lelaki tidak diam untuk hari itu saja, malah dia diam untuk ke esokan harinya lagi, dan selalu begitu hingga batas waktu yang tidak logika (seminggu, dua minggu, sampai-sampai lebih sebulan).
Dalam waktu yang tidak logika itu, si lelaki malah menunjukkan hal-hal yang paling dibenci wanita yaitu update di sosmed setiap hari, tapi tidak pernah menghubungi si wanita.
"Buat ganti dp aja lu bisa, buat nulis hai sama gue aja ogah!", "dasar cowo, apa gaada waktu buat hubungin gue", "woii, elu kemana? Udah seminggu lebih gaada kabar, tapi lu update terus", "apa dia punya cewe lain? Tampang playboynya udah keliatan ko", blablabla...
Di sinilah terjadi konflik bathin yang berlarut-larut. Namun si wanita tetap gengsi untuk menghubungi lelakinya terlebih dahulu. Sampai pada titik jenuh, dan si wanita tidak tahan dalam keadaan seperti itu terus dan memberanikan diri untuk menghubungi lelakinya.
"Hai"
Tiba-tiba dibalas lelakinya, betapa berbunga dan senang tak terkira hati wanita tersebut. Dan pikiran negatif terhadap lelakinya hilang seketika, namun beberapa saat kemudian si wanita malah memarahi lelakinya dan menuntut ini itu dengan alasan tak pernah menghubunginya.
Namanya saja lelaki, di dalam kepalanya sudah terdikte seribu satu jurus untuk menenangkan hati wanitanya.
Minta maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, memberi alasan ini itu yang kalau dipikirkan kembali ada yang masuk akal ada juga yang tidak, namun si wanita tetap berusaha percaya agar hubungannya tidak rusak. Hubungan kembali harmonis dan mesra. Dan komunikasi kembali berjalan lancar.
Komunikasi yang lancar itu juga tidak bertahan lama. Kejadian yang sama terulang kembali, dan selalu saja begitu. Namun di antara pasangan ini susah sekali untuk menyatakan kata putus dan hubungan mereka mampu bertahan lama (1, 2, 4 tahun, bahkan lebih).
-MiaEfendi-

Selasa, 30 September 2014

Great Wall, Tembok China, Janjang Koto Gadang

Great Wall atau Janjang Koto Gadang yang biasa dikenal oleh masyarakat Bukittinggi terlelat di wilayah Bukittinggi tepatnya di bawah Panorama.

Great Wall or Janjang Koto Gadang juga sering disebut Tembok China, karena struktur bangunannya yang menyerupai bangunan negeri China tersebut.

Perjalananku dimulai:
Pertama, aku dan teman-teman merencanakan untuk mengunjungi Great Wall ini. Perjalanan menuju ke sana tidak begitu memakan waktu. Jalan aspal yang berliku mulai kami lewati.

Kedua, setelah sampai di pintu gerbang Great Wall or Janjang Koto Gadang or Tembok China ini, kami tidak langsung masuk, kami membeli makanan ringan untuk bekal di perjalanan. Air mineral, snack, permen, gorengan kami sediakan agar perjalanan yang panjang menyusuri Great Wall tidak terasa melelahkan.

Ketiga, kami mulai masuk pintu gerbang sudah disambut dengan jalan yang cukup terjal, harus berhati-hati untuk melewatinya. Di perjalanan menyusuri Great Wall, tampak bentangan alam nan indah mempesona dan tanpa sedikitpun kedipan mata. Terdapat Jembatan Goyang yang cukup panjang menghubungkan jalan yang sempat terpisah oleh sungai yang cukup luas dan lebar. Ini cukup menegangkan!

Finally, di puncak Great Wall yang paling tinggi sungguh indah, tak bisa dibayangkan ini adalah Kuasa Tuhan Yang Maha Esa. Keindahan alam yang sebelumnya belum terjamah oleh tangan manusia menjadi santapan lezat bagi mata yang memandang tanpa kedipan.

Inilah perjalananku, indahnya keindahan di kota Bukittinggi, semua karunia Tuhan Yang Maha Esa. :)

Sabtu, 20 September 2014

TERLAHIR NORMAL MESKI HIDUP TANPA SETETES DARAH


Waterford - Terlahir tanpa setetes darah di tubuhnya, gadis cilik bernama Maisy Vignes (4) mengejutkan dunia medis karena mampu pulih dan bertahan hidup. Empat tahun berlalu kini Maisy menjalani sekolah seperti anak lain pada umumnya.

Penyebab Maisy lahir tanpa darah adalah karena darahnya diserap oleh tubuh sang Ibu, Emma Vignes (31). Petugas medis yang menangani kasus ini pada tahun 2009 belum mengetahui pasti apa yang menyebabkan darah Maisy diserap oleh Emma saat dalam kandungan.

Dugaan terkuat adalah ada pendarahan pada membran dalam kandungan sehingga darah Maisy mengalir ke tubuh Emma. Kondisi ini di dunia kedokteran dikenal dengan nama fetal maternal hemorrhage. Penelitian yang dipublikasi di jurnal Obstetrics & Gynecology mengatakan gejala dari kondisi ini sulit untuk diketahui.

"Gejala yang paling umum adalah penurunan aktivitas janin. Kecurigaan kemungkinan pada kasus ini semakin tinggi jika ibu merasakan aktivitas janin terus menurun," kata salah satu peneliti seperti dikutip dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), Jumat (19/9/2014).

Pada kasus Maisy, Emma bercerita dirinya merasa ada yang aneh saat kandungan memasuki usia ke 34 minggu. Ia mengaku merasa kembung dan tidak bisa merasakan gerakan Maisy di dalam kandungan.

"Esok harinya saya membuat janji bertemu dengan konsultan di rumah sakit dan Sebelum saya menyadarinya, konsultan meminta saya untuk segera menuju ke bagian cesar darurat. Saya dibawa dengan kursi roda ke meja operasi tanpa punya kesempatan memberitahu siapa-siapa," kata Emma.

Dokter dari Waterford Regional Hospital khawatir Maisy yang lahir enam minggu prematur pada Desember 2009 akan mengalami kerusakan otak. Tanpa darah di tubuh, otak Maisy tentunya akan kekurangan oksigen yang bisa berakibat fatal.

Setelah dua minggu dirawat dan menerima tiga kali transfusi darah, pertumbuhan Maisy berhasil mencapai target anak bayi seusianya. Sekarang usianya mencapai empat tahun dan guru-guru terkesan dengan performa Maisy di sekolah.

"Hal ini adalah situasi yang luar biasa. Tidak ada konsultan yang pernah mendengar sesuatu seperti ini terjadi sebelumnya. Ada kasus yang tercatat bahwa manusia masih bisa hidup dengan hemoglobin di tingkat empat. Akan tetapi untuk dapat bertahan hidup setelah tidak memiliki darah sama sekali belum pernah diketahui sebelumnya," tutup Emma.

Source:

http://m.detik.com/health/read/2014/09/19/172900/2695690/763/terlahir-tanpa-darah-gadis-ini-sukses-bertahan-hidup-dan-tumbuh-normal, http://m.dream.co.id/news/maisy-si-gadis-kecil-yang-terlahir-tanpa-darah-140919p.html,  http://m.life.viva.co.id/news/read/540019-kisah-maisy-yang-lahir-tanpa-darah-setetespun

Jumat, 04 Juli 2014

Introspesksi Diri

Kehidupan memanglah tak pernah luput dari perbuatan khilaf baik yang disengaja ataupun tidak, baik yang kecil ataupun kekhilafan yang besar. Tak sepatutnya kita menghujat mereka yang pernah melakukan kekhilafan terhadap kita. Apakah kita berfikir kesempurnaan ada dalam diri kita? Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata.

Sejenak coba renungkan apa yang telah mereka lakukan pada kita. Apakah karena emosi yang membara saja membuat kita membenci mereka selamanya? Jangan!
Jangan pernah melakukan itu. Kita ini makhluk sosial yang saling bergantung satu sama lainnya. Jangan hanya dengan emosi dan keegoisan itu membuat kita menyesal dikemudian harinya.

Apa yang kita dapatkan dengan emosi membara? Baik sesaat ataupun selamanya, yang kita dapatkan hanyalah keinginan semu yang tak membuahkan hasil.

Biarkan mereka yang menyakiti kita, merenungkan kesalahannya.
Dan kita sebagai yang merasa tersakiti juga harus merenungkan segala kebaikan dari mereka yang kita benci. Jangan ada penyesalan dikemudian hari, karena sebagaimana kita ketahui penyesalan tiadalah guna. Maka dari itu sebaiknya
"Lakukanlah yang terbaik untuk hari ini dan esok harinya, jangan menatap hari kemarin karena tiada gunanya"

-MiaEfendi"