Selasa, 12 Maret 2013

Siksa Hilang



Senja kegiatan itu tak juga selesai
Rasa tak tahan dengan semua ini
Badan bagai mayat mati
Tak ada satupun energi yang bisa di bagi lagi
        Bagai teori atom dalton
        Tak mampu lagi seperti kekurangan ion
        Bagai logam pecahan berbentuk paralon
Angoota tubuhku tak kuasa menjalani semua
Istirahat bagai sendirian
Pulang pun tak di bolehkan
        Waktu pun berjalan dengan kegelapan
        Semua pulang, tak ada satupun tertinggalkan
        Sesampainya di penghinapan
        Alhamdulillah ya Allah ternyata kau kabulkan.

IBUNDAKU sayang



Tak ada terbesit di pikiranku
Marahmu membuat tebal telingaku
Sakit hatiku tak teredam
Ku melawan ku berdosa
Tapi tak mampu hindari semua
        Kemarahanmu bukti rasa sayang padaku
        Remajaku penuh dengan emosi yang membelenggu
        Kata-katamu tertancap dihatiku
        Bagai pedang yang melayang di anggota tubuhku
Ku tau itu cara mendidikmu
Tak bisa ku sangkal semua itu
        Dengan secerca kesuksesanku ini
        Ku berjanji ku takkan menyombongkan diri
        Do’amu selalu iringi langkahku
        Kadang ku terlupa akan pengorbananmu
        sembilan bulan dalam kandungan
lima belas tahun kau didik dan kau besarkan
        Terima kasih ibu
        Aku sangat menyayangimu.

Penyesalan



Jika dulu ku tau, takkan pernah kulakukan itu
Kenapa penyesalan ini datang
Kutak sanggup lagi, apa yang harus kelakukan?
Kepura-puraan ini selalu membuat hatiku tidak tenang
        Tuhan, tunjukkan cara mengungkapkan semua
        Jika aku mampu dan aku bahkan memohon padamu
        Tolong hilangkan ingatan mereka padaku
Namun itu hanyalah hayalan
Yang tak pernah bisa kugapai
Mimpi tingkatan yang tak pernah kubayangkan
        Aku tau jalan satu-satunya mengobati kegundahan hati ini
        Semua tidak akan menyangka 
        Apa yang harus kulakukan hanya Engkau yang tau
        Obatnya hanyalah KEJUJURAN.

DALAM SUNYI KUBERDOA




Kehidupan memanglah bak roda
Kadang ada di atas namun dibawah juga ada
Tak pernah ku berfikir panjang
Semua kesalahan yang kulakukan
Tak akan pernah berakhir kecuali dengan kejujuran
            Kenapa kejujuran itu sangat sulit kudapatkan?
            Tanpa kejujuran hidupku ini tak pernah tenang
Ya Alah...
Dalam sunyi ku berdo’a
Berilah aku jalan, jangan buat aku putus asa
            Ya Allah...
Dalam diam ku mampu bicara namun tak sanggup ku ungkapkan
Apakah mereka mau menerima?
Ku menginginkanmu dengan hati
Hati yang tulus mencintai
Tak mampu ku ungkapkan
Biarlah waktu nanti kan menguak kisah ini
            Sekarang memang ku tak ingin kau tau
            Perjalanan yang ku lalui bersamamu
            Namun pahit rasanya tak dapat ku sentuh
            Apakah kau tau rasaku sangat dalam untukmu?
Coretan tinta ini hanya secuil perjalananku
Namun semua yang kulalui bersamamu
Telah kuukir jauh di dasar hatiku
Tak pernahkah kau menyadari begitu dalam rasaku untukmu?
            Hanya senyuman yang mampu lemparkan
            Walau hati ini sangat perih di dalam
            Ku tak pernah tau apakah kau juga merasakan
            Sakitnya mencintaimu yang tak pernah pedulikanku
Ku tak ingin jika suatu saat rasa ini telah pergi
Rasamu melebihi rasaku saat ini
Dan jangan pernah menyesali apa yang pernah terjadi
Terima kasih telah mengajarkan segala arti ini.