Tak ada
terbesit di pikiranku
Marahmu
membuat tebal telingaku
Sakit
hatiku tak teredam
Ku melawan
ku berdosa
Tapi tak
mampu hindari semua
Kemarahanmu bukti rasa sayang padaku
Remajaku penuh dengan emosi yang
membelenggu
Kata-katamu tertancap dihatiku
Bagai pedang yang melayang di anggota
tubuhku
Ku tau itu
cara mendidikmu
Tak bisa ku
sangkal semua itu
Dengan secerca kesuksesanku ini
Ku berjanji ku takkan menyombongkan diri
Do’amu selalu iringi langkahku
Kadang ku terlupa akan pengorbananmu
sembilan bulan dalam kandungan
lima belas tahun kau didik dan kau besarkan
Terima kasih ibu
Aku sangat menyayangimu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar