Rabu, 16 Oktober 2013

RIPNTAN

RIP My love Grandpa, 16.10.2013, 05:15 \(-_-' )
Antan, sekarang lagi apa? Terus yang nemenin nenek si Rumah Gadang siapa?
Terus kucing-kucing di Rumah Gadang siapa yang ngurusin? Mereka ga mau dikasi makan kalo ga sama Antan, dari tadi bolak-balik kamar nyariin Antan. Meong-meong mulu di kamar kelaparan. Kucing aja tau siapa majikannya.
Ntan, bentar lagi Mia terima rafor. Antan mau lihat nilai Mia ga? Selalu lapor pertamakali sama Antan tentang nilai Mia, jelek ataupun bagus Antan tetep semangatin Mia.
Kangen ditanya-tanya sama Antan :'( megang wajah Antan yang keriput lembut buat yang terakhir kalinya :') Love you so much My Grandpa♥

Selasa, 03 September 2013

Aku Ingin Pulang

Langit tampak letih dan memerah,
Matahari mulai menghilang,
Senja menjemput Siang pulang,
Sampai di akhir gelap pun datang,
Aku ingin pulang..

Ayah! Jemput aku,
Jangan biarkan aku sendiri,
Jangan biarkan aku terlalu lama di sini,
Ayah! Jemput aku...
Jemput aku ayah,
Aku ingin pulang...

Aku ingin kembali,
Kembali kepelukanmu,
Menjemputku tuk satu rindu,
Rindu yang sekian lama menggebu.

Tinta Hatiku


Ukiran di wajahmu semakin terlihat jelas,
Kerja kerasmu sangat tampak berbekas,
Keringatmu yang sampai saat ini belum terbalas,
Maafkan aku... Maafkan aku...
Aku yang telah menjadi benalu,
Yang selalu menyusahkanmu...

Ibu....
Kaulah pahlawan hidupku,
Penuntun di setiap langkahku,
Penerang di setiap jalanku,
Permata di lubuk hatiku...

Doamu iringi langkahku,
Kadang ku terlupa akan pengorbananmu,
Sembilan bulan ku kau kandung,
Hingga detik ini, Sampai saat ini,
Kau selalu ku tulis dalam hatiku...

Selasa, 12 Maret 2013

Siksa Hilang



Senja kegiatan itu tak juga selesai
Rasa tak tahan dengan semua ini
Badan bagai mayat mati
Tak ada satupun energi yang bisa di bagi lagi
        Bagai teori atom dalton
        Tak mampu lagi seperti kekurangan ion
        Bagai logam pecahan berbentuk paralon
Angoota tubuhku tak kuasa menjalani semua
Istirahat bagai sendirian
Pulang pun tak di bolehkan
        Waktu pun berjalan dengan kegelapan
        Semua pulang, tak ada satupun tertinggalkan
        Sesampainya di penghinapan
        Alhamdulillah ya Allah ternyata kau kabulkan.

IBUNDAKU sayang



Tak ada terbesit di pikiranku
Marahmu membuat tebal telingaku
Sakit hatiku tak teredam
Ku melawan ku berdosa
Tapi tak mampu hindari semua
        Kemarahanmu bukti rasa sayang padaku
        Remajaku penuh dengan emosi yang membelenggu
        Kata-katamu tertancap dihatiku
        Bagai pedang yang melayang di anggota tubuhku
Ku tau itu cara mendidikmu
Tak bisa ku sangkal semua itu
        Dengan secerca kesuksesanku ini
        Ku berjanji ku takkan menyombongkan diri
        Do’amu selalu iringi langkahku
        Kadang ku terlupa akan pengorbananmu
        sembilan bulan dalam kandungan
lima belas tahun kau didik dan kau besarkan
        Terima kasih ibu
        Aku sangat menyayangimu.

Penyesalan



Jika dulu ku tau, takkan pernah kulakukan itu
Kenapa penyesalan ini datang
Kutak sanggup lagi, apa yang harus kelakukan?
Kepura-puraan ini selalu membuat hatiku tidak tenang
        Tuhan, tunjukkan cara mengungkapkan semua
        Jika aku mampu dan aku bahkan memohon padamu
        Tolong hilangkan ingatan mereka padaku
Namun itu hanyalah hayalan
Yang tak pernah bisa kugapai
Mimpi tingkatan yang tak pernah kubayangkan
        Aku tau jalan satu-satunya mengobati kegundahan hati ini
        Semua tidak akan menyangka 
        Apa yang harus kulakukan hanya Engkau yang tau
        Obatnya hanyalah KEJUJURAN.

DALAM SUNYI KUBERDOA




Kehidupan memanglah bak roda
Kadang ada di atas namun dibawah juga ada
Tak pernah ku berfikir panjang
Semua kesalahan yang kulakukan
Tak akan pernah berakhir kecuali dengan kejujuran
            Kenapa kejujuran itu sangat sulit kudapatkan?
            Tanpa kejujuran hidupku ini tak pernah tenang
Ya Alah...
Dalam sunyi ku berdo’a
Berilah aku jalan, jangan buat aku putus asa
            Ya Allah...
Dalam diam ku mampu bicara namun tak sanggup ku ungkapkan
Apakah mereka mau menerima?
Ku menginginkanmu dengan hati
Hati yang tulus mencintai
Tak mampu ku ungkapkan
Biarlah waktu nanti kan menguak kisah ini
            Sekarang memang ku tak ingin kau tau
            Perjalanan yang ku lalui bersamamu
            Namun pahit rasanya tak dapat ku sentuh
            Apakah kau tau rasaku sangat dalam untukmu?
Coretan tinta ini hanya secuil perjalananku
Namun semua yang kulalui bersamamu
Telah kuukir jauh di dasar hatiku
Tak pernahkah kau menyadari begitu dalam rasaku untukmu?
            Hanya senyuman yang mampu lemparkan
            Walau hati ini sangat perih di dalam
            Ku tak pernah tau apakah kau juga merasakan
            Sakitnya mencintaimu yang tak pernah pedulikanku
Ku tak ingin jika suatu saat rasa ini telah pergi
Rasamu melebihi rasaku saat ini
Dan jangan pernah menyesali apa yang pernah terjadi
Terima kasih telah mengajarkan segala arti ini.

Rabu, 13 Februari 2013

Sesosok Yang Telah Meninggalkanku



            Seperti biasa bangun pagi, shalat, sarapan dan berangkat ke sekolah. Seperti biasa juga handphone gak pernah ketinggalan. Pagi ini sepertinya tak sempat sarapan karena selain tidak lapar, waktupun terus berjalan. Tiba-tiba satu pesan di hp yaitu sms dari teman dekatku sejak SD dulu, Rini namanya. hati tak tenang, jantung berdetak lebih kencang, tak biasa keadaanku saperti ini saat ada pesan datang.
            Perlahan tanganku gemetaran seperti ada yang mengganjal. Pesan pun terbuka kaget pun bercampur tidak percaya. Pesan itu berisi kalau teman dekatku sekaligus sahabat terbaikkku telah tiada. Kecelakaan semalam merenggut nyawanya kata Rini dalam sms itu. Aku yang sedang berdiri membaca pesan itu tertunduk lemas membacanya. Aku pun terus memarahi Rini seakan yang ia katakan itu mangada-ada dan tidak benar adanya. Lalu aku bergegas membalas pesan pesan itu. Tapi tidak ada jawaban.
            Putra yang 2 tahun lalu telah menjadi tempat curhatku, dan kita selalu berbagi. Ternyata tiba-tiba ibuku masuk kedalam rumah dan mengatakan hal yang sama.
            Dari itu barulah aku bisa percaya, tapi itu seperti mimpi buruk dan aku ingin cepat-cepat dari mimpi yang sangat kutakutkan itu. Ternyata ini bukanlah mimpi semata, ini nyata. Fakta pun berbicara karena aku tak pernah bermimpi seperti itu.
            Sesampai di sekolah teman-teman menyapa tapi tak ada respon dari mulutku. Dan mereka semua bertanya “kamu kenapa mia?” tetap aku tidak menjawab. Lalu waktunya pulang, bel pun berbunyi. Belajar pun aku tak fokus, pikiranku tatap pada sesosok orang yang sangat berarti bagiku.
            Putra hari ini akan dimakamkan setelah shalat zhuhur. Kebetulan aku cepat pulang. Namun ternyata bus sekolah sangat lama, membuat hatiku tak sabaran untuk melihat pemakaman putra, sekaligus melihat wajahnya untuk yang terakhir kali.
             Setelah 30 menit baru bus tersebut jalan dan aku pun bergegas pulang. Saking lamanya bus tersebut, ternyata putra telah dimakamkan. Sesampainya di rumah Rini menjemputku dan aku hanya bisa melihat makam putra.
            Seorang anak kecil menceritakan tentang peristiwa yang telah membuat putra pergi. 
Putra bersama temannya semalam mencari nasi goreng karena mereka sudah lama tidak makan diluar. Ternyata tiba-tiba motor yang dikendarai temannya tabrakan dengan sebuah mobil. Putra pun jatuh dan dadanya terluka kena goresan aspal. Darah pun mengalir dari telinga, hidung, mulut dan bagian dadanya. Akhirnya putra sudah menemui ajal di tempat kejadian, sedangkan temannya sedang kritis saat itu“ kata anak tersebut bercerita.
            Kini sudah tidak ada canda tawa, tempatku bercerita, tak ada yang selalu mengingatkan shalatku di waktu subuh.
Semoga kau selalu tenang di alam yang berbeda teman :')

Selasa, 12 Februari 2013

Kepergianmu Masih Membekas

                                   

                  3 Hari berlalu kepergiannya, Putra sesosok wajah yang tak pernah ku lupa. Dia telah tiada, selamanya. Dia telah berada di alam yang berbeda. Sampai saat ini aku merasa masih bermimpi dan tak pernah bisa percaya. Seperti biasa aku sebagai remaja mesjid bersama dengan yang lain, setelah 3 hari jika ada seseorang yang meninggal, acara rutin kami adalah pergi takziah untuk mendoakan seseorang yang telah pergi dan tak kembali. Acara ini selalu kami adakan pada malam hari.

            Senin siang, tak sabar aku menunggu datangnya malam untuk mendoakan, pergi ke rumah Putra bersama remaja lainnya. Akhirnya malam pun datang. Magrib telah berlalu dan kami pergi ke rumah almarhum Putra untuk mendoakannya. Sesampainya di rumah, lantunan ayat-ayat yasin pun berkumandang. Irama yasin serentak kami ikrarkan untuk sahabat tercinta yang telah tiada.

            Dari awal ayat ku ikuti dengan tenang sampai akhir ayat dan membaca “shadaqallah“ sekilas terlihat gambar pada sebuah bingkai, air mataku seolah tak tertahankan, itu foto Putra. Semua teman-teman remaja meneteskan air mata. Aku tetap tegar dan menahan sesak di dada karena menghalangi air mata yang akan keluar.

            Rini memberikan foto tersebut ke tanganku, foto Putra. Namun aku tak sanggup melihatnya. Lantunan ayat suci yang dibacakan ku berikan untuk seseorang yang sangat ku sayangi, sahabatku tercinta.

            Waktu pun berjalan tak ada sepatah kata pun yang kuucapkan. Rini yang menangis mengakhiri air matanya pun mengajakku berbicara, namun tak ada satu pun responku kepadanya.

            “Ini hanyalah mimpi, besok jika aku kembali Putra pasti ku lihat di ruang sablon itu, bangunkan aku Tuhan, jangan terlalu lama engkau ambil dia."

        Ternyata tak pernah aku bisa terbangun dari mimpi itu, karena itu adalah fakta yang takkan pernah bisa memutar waktu. Selesailah acara takziah di rumah kediaman almarhum Putra. Tetap cerita yang dilontarkan hanyalah kesedihan.

            Sebenarnya aku tau jika banyak yang bersedih atas kepergian seseorang, yang meninggalkan akan sangat terbebani dengan kesedihan itu. Dan aku tak ingin itu terjadi pada Putra yang telah pergi. Aku akan berfikir positif terhadap Tuhan bahwa yang Ia ciptakan pasti akan kembali pada-Nya, dan hanya Dia yang berhak mengambil yang Ia punya.

            SELAMAT JALAN TEMAN ...

Rabu, 23 Januari 2013

TUDUHAN ANIAYA Seorang Peserta Didik SMA Negeri 4 Bukittinggi kepada GURU KAMI


Tuduhan itu terlalu berlebihan, apakah anda berfikir sebelumnya ? Bahwa Guru kami tidak.bermaksud untuk MENGANIAYA tapi untuk MENDIDIK dan belajar berTANGGUNG JAWAB atas perbuatan mereka yang terlambat masuk sekolah.
Pendidikan itu awal mulanya dari RUMAH TANGGA . Jadi,kami sepenuhnya mendukung Bapak Guru kami yaitu Bapak Eko Volasoohi...
kami lebih mengenal Pak EKO daripada anak kelas X .
bagaimanapun pak EV tetap guru kami.
guru terfavorit di SMAN 4 BKT, guru yang asik saat dalam pelajaran , dan guru yang berprestasi yang mampu mengajarkan kami menjadi pribadi yang baik.
apakah kejadian ini bisa di sebut dengan ANIAYA ? Jangan bangga telah memfitnah guru kami, kami akan tetap dan terus mendukung Bapak.
Kami selalu merindukan belajar PPKN dengan bapak, canda tawa yang tak pernah usai di waktu jam pelajaran berlangsung, sejarah hidup, motivasi dan inspirasi yang beliau berikan kepada kami
UNTUK JUNIOR, kalian belum tau siapa  sosok Bapak Eko sebenarnya.
Jadi, JANGAN TERLALU BERLEBIHAN MENYEBARKAN BERITA , PAK EKO LEBIH DULU MENJADI GURU KAMI DIBANDINGKAN DENGAN KALIAN !!!!!!

Senin, 14 Januari 2013

Candidates Campaign Chairman OF OSIS SMAN 4 Bukittinggi





VISI  :

1)   Bertaqwa, Berakhlak, Berkarakter

2)   OSIS yang berkualitas dan SMART (Sigap, Menarik, Antusias, Rajin, dan Teliti)

3)   Kepedulian terhadap pendidikan dan lingkungan belajar yang bersih


MISI  :

1)   Meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan YME dimulai dari diri sendiri agar terbentuk insan yang mulia

2)   Menjadikan OSIS sebagai media belajar yang berkualitas, berkarakter dan berbudaya

3)   Melaksanakan, mengaktifkan dan mengembangkan OSIS beserta kepengurusannya yang telah mempunyai tugas dan tanggung jawab

4)   Melaksanakan dan melanjutkan program yang telah ada dan yang masih belum berjalan dengan lancar

5)   Membuat SMAN 4 Bukittinggi menjadi lebih nyaman dan bersih serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan

6)   Berprestasi dalam bidang akademik maupun non-akademik serta mengadakan “Englisd Day” guna untuk melatih kemampuan peserta didik dalam berbahasa inggris

7)   Berusaha membawa nama baik SMAN 4 Bukittinggi dalam kegiatan apa saja



YANG KITA BUTUHKAN BUKTI BUKAN JANJI.

OSIS BUKAN AJANG PROMOSI,BUKAN MILIK PRIBADI,BUKAN PULA KEKUASAAN PRIBADI,OSIS MILIK KITA BERSAMA ! GO S4! …..