Seperti
biasa bangun pagi, shalat, sarapan dan berangkat ke sekolah. Seperti biasa
juga handphone gak pernah ketinggalan. Pagi ini sepertinya tak sempat sarapan
karena selain tidak lapar, waktupun terus berjalan. Tiba-tiba satu pesan di
hp yaitu sms dari teman dekatku sejak SD dulu, Rini namanya. hati tak tenang, jantung berdetak lebih kencang, tak biasa keadaanku saperti ini saat ada
pesan datang.
Perlahan
tanganku gemetaran seperti ada yang mengganjal. Pesan pun terbuka kaget pun
bercampur tidak percaya. Pesan itu berisi kalau teman dekatku sekaligus
sahabat terbaikkku telah tiada. Kecelakaan semalam merenggut nyawanya kata
Rini dalam sms itu. Aku yang sedang berdiri membaca pesan itu tertunduk lemas
membacanya. Aku pun terus memarahi Rini seakan yang ia katakan itu mangada-ada
dan tidak benar adanya. Lalu aku bergegas membalas pesan pesan itu.
Tapi tidak ada jawaban.
Putra
yang 2 tahun lalu telah menjadi tempat curhatku, dan kita selalu berbagi.
Ternyata tiba-tiba ibuku masuk kedalam rumah dan mengatakan hal yang sama.
Dari
itu barulah aku bisa percaya, tapi itu seperti mimpi buruk dan aku ingin
cepat-cepat dari mimpi yang sangat kutakutkan itu. Ternyata ini bukanlah mimpi
semata, ini nyata. Fakta pun berbicara karena aku tak pernah bermimpi seperti
itu.
Sesampai
di sekolah teman-teman menyapa tapi tak ada respon dari mulutku. Dan mereka
semua bertanya “kamu kenapa mia?” tetap aku tidak menjawab. Lalu waktunya
pulang, bel pun berbunyi. Belajar pun aku tak fokus, pikiranku tatap pada
sesosok orang yang sangat berarti bagiku.
Putra
hari ini akan dimakamkan setelah shalat zhuhur. Kebetulan aku cepat pulang.
Namun ternyata bus sekolah sangat lama, membuat hatiku tak sabaran untuk
melihat pemakaman putra, sekaligus
melihat wajahnya untuk yang terakhir kali.
Setelah 30 menit baru bus tersebut jalan dan aku pun
bergegas pulang. Saking lamanya bus tersebut, ternyata putra telah dimakamkan. Sesampainya di rumah Rini menjemputku dan aku hanya bisa melihat makam putra.
Seorang
anak kecil menceritakan tentang peristiwa yang telah membuat putra pergi.
“Putra bersama temannya semalam mencari nasi goreng karena mereka sudah lama tidak makan diluar. Ternyata tiba-tiba motor yang dikendarai temannya tabrakan dengan sebuah mobil. Putra pun jatuh dan dadanya terluka kena goresan aspal. Darah pun mengalir dari telinga, hidung, mulut dan bagian dadanya. Akhirnya putra sudah menemui ajal di tempat kejadian, sedangkan temannya sedang kritis saat itu“ kata anak tersebut bercerita.
“Putra bersama temannya semalam mencari nasi goreng karena mereka sudah lama tidak makan diluar. Ternyata tiba-tiba motor yang dikendarai temannya tabrakan dengan sebuah mobil. Putra pun jatuh dan dadanya terluka kena goresan aspal. Darah pun mengalir dari telinga, hidung, mulut dan bagian dadanya. Akhirnya putra sudah menemui ajal di tempat kejadian, sedangkan temannya sedang kritis saat itu“ kata anak tersebut bercerita.
Kini
sudah tidak ada canda tawa, tempatku bercerita, tak ada yang selalu
mengingatkan shalatku di waktu subuh.
Semoga kau selalu tenang di alam yang berbeda teman :')
Semoga kau selalu tenang di alam yang berbeda teman :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar