Selasa, 12 Februari 2013

Kepergianmu Masih Membekas

                                   

                  3 Hari berlalu kepergiannya, Putra sesosok wajah yang tak pernah ku lupa. Dia telah tiada, selamanya. Dia telah berada di alam yang berbeda. Sampai saat ini aku merasa masih bermimpi dan tak pernah bisa percaya. Seperti biasa aku sebagai remaja mesjid bersama dengan yang lain, setelah 3 hari jika ada seseorang yang meninggal, acara rutin kami adalah pergi takziah untuk mendoakan seseorang yang telah pergi dan tak kembali. Acara ini selalu kami adakan pada malam hari.

            Senin siang, tak sabar aku menunggu datangnya malam untuk mendoakan, pergi ke rumah Putra bersama remaja lainnya. Akhirnya malam pun datang. Magrib telah berlalu dan kami pergi ke rumah almarhum Putra untuk mendoakannya. Sesampainya di rumah, lantunan ayat-ayat yasin pun berkumandang. Irama yasin serentak kami ikrarkan untuk sahabat tercinta yang telah tiada.

            Dari awal ayat ku ikuti dengan tenang sampai akhir ayat dan membaca “shadaqallah“ sekilas terlihat gambar pada sebuah bingkai, air mataku seolah tak tertahankan, itu foto Putra. Semua teman-teman remaja meneteskan air mata. Aku tetap tegar dan menahan sesak di dada karena menghalangi air mata yang akan keluar.

            Rini memberikan foto tersebut ke tanganku, foto Putra. Namun aku tak sanggup melihatnya. Lantunan ayat suci yang dibacakan ku berikan untuk seseorang yang sangat ku sayangi, sahabatku tercinta.

            Waktu pun berjalan tak ada sepatah kata pun yang kuucapkan. Rini yang menangis mengakhiri air matanya pun mengajakku berbicara, namun tak ada satu pun responku kepadanya.

            “Ini hanyalah mimpi, besok jika aku kembali Putra pasti ku lihat di ruang sablon itu, bangunkan aku Tuhan, jangan terlalu lama engkau ambil dia."

        Ternyata tak pernah aku bisa terbangun dari mimpi itu, karena itu adalah fakta yang takkan pernah bisa memutar waktu. Selesailah acara takziah di rumah kediaman almarhum Putra. Tetap cerita yang dilontarkan hanyalah kesedihan.

            Sebenarnya aku tau jika banyak yang bersedih atas kepergian seseorang, yang meninggalkan akan sangat terbebani dengan kesedihan itu. Dan aku tak ingin itu terjadi pada Putra yang telah pergi. Aku akan berfikir positif terhadap Tuhan bahwa yang Ia ciptakan pasti akan kembali pada-Nya, dan hanya Dia yang berhak mengambil yang Ia punya.

            SELAMAT JALAN TEMAN ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar