Ukiran di wajahmu semakin terlihat jelas,
Kerja kerasmu sangat tampak berbekas,
Keringatmu yang sampai saat ini belum terbalas,
Maafkan aku... Maafkan aku...
Aku yang telah menjadi benalu,
Yang selalu menyusahkanmu...
Ibu....
Kaulah pahlawan hidupku,
Penuntun di setiap langkahku,
Penerang di setiap jalanku,
Permata di lubuk hatiku...
Doamu iringi langkahku,
Kadang ku terlupa akan pengorbananmu,
Sembilan bulan ku kau kandung,
Hingga detik ini, Sampai saat ini,
Kau selalu ku tulis dalam hatiku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar